Prosesi Penyerahan Mas Kawin Secara Adat Biak (ARAREM)

Rahmat Rijalun : Dengan adanya pembahasan singkat tentang Tradisi Pembayaran Mas Kawin yang dilakukan secara Adat oleh Suku Biak-Papua yang coba saya uraikan dalam tulisan singkat berikut ini, diharapkan dapat memberikan pemahaman serta penjelasan secara garis besar tentang bagaimana cara Masyarakat Adat Suku Biak, dalam mengadakan pembayaran atau penyerahan Mas Kawin menurut Adat atau Tradisi yang sering dilakukan di dalam prosesi penyerahan Mas Kawin pada sebuah acara pernikahan Orang Biak.

Secara khusus, cara/tradisi pembayaran Mas Kawin, menurut bahasa Biak disebut ”ARAREM “. Pembayaran Mas Kawin adalah salah satu tradisi yang tidak dapat diabaikan, karena hal ini adalah konsekwensi dari sebuah perkawinan yang dilangsungkan secara Adat oleh Suku Biak-Papua.

Masyarakat Asli Papua tak terkecuali Orang Biak, sangat terikat dengan apa yang disebut adat atau tradisi. Hal tersebut nampak pada cara membayar Mas Kawin yang sering dilakukan di dalam sebuah prosesi penyerahan Mas Kawin.
Terdapat beberapa) tahap dalam pembayaran / pemberian Mas Kawin yang dilakukan oleh Pihak Laki-laki kepada Pihak Perempuan, diantaranya :

Pertemuan dan Kesepakatan.
– Pihak Pertama adalah Pihak Laki-laki;
– Pihak Kedua adalah Pihak Perempuan.

Tahap Awal, Biasanya dilakukan oleh Pihak Pertama, yang didasari oleh sebuah perkawinan. Hal ini dilakukan oleh karena tuntutan tradisi atau adat yang wajib untuk dilaksanakan.

Di dalam pertemuan ini, yang sangat berperan adaah pihak Laki-laki sebagai Pihak Pertama yang mana pertemuan tersebut sasarannya lebih di tujukan kepada orang tua Pihak Kedua ( Perempuan). Pada pertemuan pertama inii, pihak pertama akan menanyakan berapa jumlah harga Mas Kawin yang diminta oleh Orang Tua Pihak Kedua (Perempuan).

Jika dalam pertemuan ini menghasilkan suatu kesepakatan, maka Pihak Pertama mulai menyiapkan segala sesuatu yang diminta oleh Pihak Kedua yang berhubungan dengan Mas Kawin tersebut. Mas Kawin yang dimaksud terdiri dari sejumlah barang berupa piring dan uang. Ketika usaha/upaya Pihak Pertama telah sesuai dengan permintaan atau tuntutan Pihak Kedua, maka diadakan perternuan kedua.

Tahap Kedua, Pertemuan kedua berbeda dengan pertemuan pertama, karena Pihak Kedua diundang oleh Pihak Pertama ke rumah Pihak Pertama. Maksud pertemuan ini adalah agar Pihak Kedua dapat melihat harta benda yang telah disiapkan oleh Pihak Pertama. Dan jika menurut Pihak Kedua harta benda yang telah dikumpulkan itu sesuai, maka akan disepakati waktu pelaksanaan pembayaran harta atau Mas Kawin tersebut.

Baca lebih lanjut

Windows 8 128-bit ???

Rahmat Rijalun : Kabar tentang bocornya rencana Microsoft ini, telah menggerakkan banyak kalangan pengguna Sistem Operasi di seluruh dunia.

Namun sepertinya Windows 8 belum akan di release hingga Windows 7 disempurnakan. Tetapi pihak Microsoft telah gencar merekrut karyawan untuk membantu membangun Windows 8. Sebab Windows 8 akan baru di release pada tahun 2012 dengan menawarkan 128-bit.

Ketika saya menyimak informasi ini di salah satu website yang membahas tentang hal ini, reaksi yang pertama saya lakukan adalah mulai membayangkan betapa “luar biasanya” performa sistem operasi dengan kecepatan hingga mencapai 128-bit. Hmmm… Apakah mimpi kita bersama dengan hadirnya Windows 8 128-bit akan terwujud ??? Semoga saja…

Semoga kehadiran Windows 8 yang akan direncanakan pembuatan dan peluncurannya nanti lebih semakin sangat inovatif bagi para penggunanya di seluruh dunia.